“Mengabaikan Rasa Malu”

Derek Prince
Published: 2008
Last Updated: Juli 2026
Read Time: 2
Seringkali, berat penuh penderitaan Kristus di kayu salib terlewatkan, mulai dari mahkota duri yang ditekan ke kepala-Nya hingga rasa malu total karena ketelanjangan-Nya. Kenyataan yang begitu kejam ini justru menyingkapkan betapa dalam kasih-Nya dan mengapa Ia mengabaikan kehinaan itu demi kita.
Berikut ini adalah sebuah laporan singkat mengenai apa yang terjadi sesudah Yesus ditangkap pihak yang berwajib di taman Getsemane. Pontius Pilatus menyerahkan Yesus kepada para prajurit tentara untuk dibawa pergi dan dihukum hati.
“Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus. Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya. Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: ‘Salam, hai Raja orang Yahudi!’ Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya. [Tentu saja, dengan setiap pukulan itu mahkota duri itu makin tertancap di kepala-Nya.] Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu daripada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia keluar untuk disalibkan. … Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang undi. Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia.”
(Matius 27:27–31, 35–36)
Dalam kejadian ini sesungguhnya Yesus dua kali ditelanjangi. Lalu orang-orang itu duduk dan menonton Dia ketika tergantung di kayu salib selama tiga jam. Umumnya Yesus digambarkan tergantung di kayu salib dengan masih mengenakan kain cawat. Tetapi sesungguhnya ia tidak memakai kain cawat sama sekali. Ia digantung dalam keadaan telanjang bulat. Kemaluan-Nya dipertontonkan kepada semua orang yang lewat, yang semuanya mengejek Dia.
Surat kepada warga Ibrani menegaskan kebenaran ini:
“Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan [malu] tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia”
(Ibrani 12:2).
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, untuk karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan, Yesus telah menderita malu demi diriku, karena mengalami penyaliban dan “mengabaikan rasa malu” – sebab Ia telah menanggung rasa malu yang ku alami, supaya aku dapat ambil bagian dalam kemuliaan-Nya. Amin.

Unduh Gratis
Renungan ini tersedia untuk diunduh, dicetak, dan dibagikan untuk penggunaan pribadi atau gereja.
Kode: WD-B097-135-IND









