Kita Diterima!

Derek Prince
Published: 2008
Last Updated: Juli 2026
Read Time: 2
Rasa sakit akibat penolakan adalah beban yang berat untuk dipikul, tetapi Allah menawarkan pertukaran yang indah melalui Injil. Lihatlah bagaimana Yesus ditolak di atas kayu salib supaya Anda dapat diterima sepenuhnya dan disambut oleh Bapa.
Jika didefinisikan dengan sederhana, yang dimaksudkan dengan ketertolakan adalah perasaan bahwa diri kita tidak diterima. Meskipun saudara ingin agar orang-orang mencintai saudara, pada kenyataannya tidak seorang pun mengasihi saudara. Atau bisa jadi, engkau ingin menjadi sebagian dari suatu kelompok (di mana engkau merasa kurang diterima). Tetapi tampaknya engkau selalu berada di luar lingkaran, dan hanya boleh melihat dari luar. Mengapakah begitu banyak orang dewasa ini merasakan dirinya tertolak? Hal itu disebabkan oleh karena sistem yang berlaku dalam masyarakat dan juga karena berbagai tekanan yang dialami, terutama hal-hal yang menyebabkan kehidupan kekeluargaan semakin tidak harmonis.
Apakah kebalikan dari ditolak? Tentu saja, diterima. Saya sungguh senang dengan bagian akhir dari ayat Efesus 1:6 itu, yang berkata:
“... karena melalui Anak-Nya yang tercinta Ia sangat mengasihi kita” (BIMK). NIV: “Allah membuat kita diterima di dalam Dia yang dikasihi-Nya.”
Jadi, Yesus (Anak Allah yang satu-satunya dan yang sejati) telah mengalami ketertolakan, supaya kita (pemberontak-pemberontak yang tidak berguna ini) boleh diterima oleh Allah Bapa. Obat penawar yang paling manjur untuk masalah-masalah yang dihadapi anak-anak manusia adalah keyakinan bahwa Yesus telah menanggung ketertolakan kita, dalam rangka membuat kita diterima oleh Bapa di surga.
Tidak ada keluarga yang lebih baik daripada keluarga Allah sendiri. Sekalipun mungkin keluarga saudara kurang perduli dengan engkau (karena mungkin engkau tertolak oleh ayahmu sendiri, atau ibumu tidak pernah mempunyai waktu bagimu) ternyata Allah masih menghendaki engkau dalam keluarga-Nya. Engkau diterima dengan baik. Saudara sesungguhnya sangat diperdulikan dan disayang oleh-Nya. Segala sesuatu yang dikerjakan Tuhan di alam semesta ini sesungguhnya berkaitan dengan saudara.
Apabila Tuhan berkata bahwa kita diterima (dengan baik), Ia bukan hanya bermaksud mengatakan kita sekadar di-toleransi (“boleh masuk, asal jangan mengganggu”). Siapa bilang, kita akan mengganggu Dia? Yang justru paling tidak disukai-Nya adalah jika kita terlalu lama tidak muncul di hadapan-Nya. Ia tidak pernah mengatakan:
“Tunggu. Aku masih sibuk, dan Aku tak ada waktu untukmu.”
Tidak! Justru Ia berkata:
“Aku berminat padamu. Aku pingin sama kamu. Kamu bukan orang luar. Ayo, masuklah. Sudah lama Kutunggu-tunggu kedatanganmu.”
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, untuk karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan, “Tuhan telah menerima diriku melalui Dia yang dikasihi-Nya”, dan Dia sungguh-sungguh menyambut diriku. Yesus telah menderita ketertolakanku, supaya diriku diterima oleh-Nya bersama Allah Bapa. Amin.

Unduh Gratis
Renungan ini tersedia untuk diunduh, dicetak, dan dibagikan untuk penggunaan pribadi atau gereja.
Kode: WD-B097-141-IND









