Mitra Allah yang Mampu untuk Berpikir Sendiri

Derek Prince
Published: 2008
Last Updated: Juli 2026
Read Time: 2
Tahukah Anda bahwa Allah menginginkan kemitraan yang cerdas dengan Anda, bukan hubungan seperti budak? Yesus menyebut kita sahabat-Nya dan mengundang kita untuk mengenal urusan Bapa, sama seperti Adam diundang untuk bermitra dengan Allah sejak awal.
Manusia pertama, Adam, bukanlah berstatus budak atau pesuruh, karena dari semula Tuhan merencanakan agar ia dapat menjadi mitra-Nya yang memiliki kemampuan berpikir.
Ketika Allah menghendaki binatang-binatang ciptaan-Nya diberi nama, Ia berkata: “Adam, kemarilah dan lihatlah semua hewan ini. Katakanlah kepada-Ku, apa semestinya nama yang diberikan kepada mereka ini, menurut kamu?” Dalam bahasa Ibrani nama sesuatu atau nama orang sekaligus menggambarkan sifatnya.
Oleh karena itu, ketika harus memberi nama kepada semua hewan itu, Adam pun harus mengerti terlebih dahulu sifat dari hewan itu dan bagaimana hubungannya satu sama lain. Apa pun nama yang diberikan Adam kepada hewan tertentu, begitulah namanya. Bukan Tuhan yang memberi nama kepada semua hewan itu. Ia menyuruh Adam untuk melakukan hal itu. Tetapi Tuhan memberi kepada Adam hikmat pengetahuan yang diperlukan untuk menjalankan tugas tersebut.
Begitu juga, dalam hubungan kita yang baru dengan Tuhan di dalam Yesus Kristus, status kita bukanlah sebagai budak atau pesuruh saja. Tidak, kita menjadi mitra Allah yang diberi kemampuan untuk berpikir.
Ayat dalam Yohanes 15:15 itu sungguh merupakan sebuah pernyataan yang mengejutkan dan mengherankan:
“Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat. tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.”
Yesus tidak pernah menyembunyikan apa-apa. Jadi, seandainya ada sesuatu yang belum juga kita ketahui, pasti itu karena kita belum benar-benar mencari tahu apa yang sudah diungkapkan oleh-Nya. Tetapi masalah yang terutama adalah bahwa kita belum mempraktikkan apa yang sudah kita ketahui.
Yesus sendiri langsung melakukan apa yang diperlihatkan Bapa kepada-Nya. Jika kita seperti itu juga, maka pasti pewahyuan yang sedemikian akan disampaikan pula kepada kita.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, karena Engkau telah menebus dan menyelamatkanku. Ku-deklarasikan, aku rindu untuk mendapatkan segala sesuatu yang diwahyukan Tuhan dan untuk mempraktikkan apa yang sudah kuketahui. Ku-deklarasikan, aku ini sahabat Kristus. Amin.

Unduh Gratis
Renungan ini tersedia untuk diunduh, dicetak, dan dibagikan untuk penggunaan pribadi atau gereja.
Kode: WD-B097-175-IND









