Dipersatukan dengan Tuhan

Derek Prince
Published: 2008
Last Updated: Juli 2026
Read Time: 2
Tahukah Anda bahwa Alkitab membandingkan penyatuan Anda dengan Tuhan dengan sesuatu yang nyata dan intim seperti pernikahan secara fisik? Pelajarilah bagaimana roh Anda, bukan jiwa Anda, dipersatukan dengan Allah dalam suatu ikatan yang memuaskan kerinduan terdalam Anda akan Dia.
Sekiranya saudara belum pernah terkejut dan shock ketika membaca Alkitab, kemungkinan besar saudara kurang rajin membaca Alkitab. Mengapa? Karena sesungguhnya Alkitab berisi banyak hal yang mengejutkan dan menggoncangkan hati.
Ambillah misalnya, ayat 1 Korintus 6:16:
“Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul [seorang pelacur], menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: ‘Keduanya akan menjadi satu daging’.”
Semua orang pasti mengerti apa yang dibahas dalam ayat ini, yaitu mengenai hubungan seks yang tak bermoral, yaitu hubungan badan dengan seorang pelacur. Setelah melihat latar belakang ayat ini, baiklah kita membaca apa yang dikatakan oleh Paulus selanjutnya:
“Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia” [Versi BIMK: “Tetapi orang yang menyatukan dirinya dengan Tuhan, Roh Tuhan dan roh orang itu menjadi satu.”] (ayat 17).
Penafsirannya tentu tidak boleh ke luar dari konteks ayat-ayat di situ. Sudah kita lihat, di ayat 16 Paulus membicarakan suatu “penyatuan” melalui hubungan seks. Kemudian ia bicara mengenai hubungan yang bersifat rohani, bukan suatu persetubuhan. Itulah yang dimaksudkan dengan “pernikahan” kita dengan Kristus yang telah bangkit dari maut itu. Bukan jiwa yang dipersatukan dengan Tuhan, tetapi roh kita. Karena “orang yang menyatukan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia”.
Kejiwaan saudara mampu mengerti mengenai teologia, bahkan mungkin terlalu berat memikirkannya. Tetapi yang mengenal Tuhan sesungguhnya adalah roh saudara. Roh adalah yang dulu dihembuskan Tuhan ke dalam tubuh manusia. Itulah yang membuat manusia hidup ketika pertama kali ditempatkan di taman Eden.
Tuhan menghembuskan roh kehidupan ke dalam lubang hidung Adam. (Lihat Kejadian 2:7.)
Dan bagian yang satu dari manusia ini tidak akan pernah memperoleh ketenangan sampai dia dipersatukan kembali dengan Tuhan. Bisa saja kita mengejar kesenangan duniawi dan segala filsafat yang ada di seluruh jagat raya, tetapi sesungguhnya roh saudara sama sekali tidak berminat pada hal-hal itu. Roh saudara hanya merindukan Tuhan, dan roh saudara dapat dipersatukan dengan Tuhan sama seperti juga seorang pria bersetubuh dengan pelacur.
Jangan pernah memisahkan kedua ayat itu tadi. Memang dua hal itu berbeda, tetapi analogi atau persamaannya sangat tepat dan membantu kita untuk mengerti hubungan antara keduanya.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau menyatukan diriku dengan-Mu. Ku-deklarasikan, “orang yang telah dipersatukan dengan Tuhan itu satu roh dengan Dia” – dan kebenaran itu juga berlaku bagiku. Aku telah dipersatukan dengan Tuhan dan telah menjadi satu roh dengan Dia. Amin.

Unduh Gratis
Renungan ini tersedia untuk diunduh, dicetak, dan dibagikan untuk penggunaan pribadi atau gereja.
Kode: WD-B097-184-IND









