Hasil Ucapan Mulut Kita

Derek Prince
Published: 2008
Last Updated: Juli 2026
Read Time: 2
Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa tidak ada posisi netral; kita harus mengakui Kristus atau menyangkal-Nya. Perkataan kita memiliki kuasa atas hidup dan mati, dan pada akhirnya menentukan pembenaran kita di hadapan Bapa.
Seluruh Alkitab jelas mengatakan bahwa nasib atau tujuan akhir kita ditentukan oleh kara-kata yang kita ucapkan.
Di Amsal 18:21, kita membaca misalnya:
“Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya”.
Ada dua pilihan: Lidah ini akan menentukan apakah kita akan membuat pengakuan yang salah/ sesat, sehingga menghasilkan kematian, atau ia akan membuat pengakuan yang benar/ tepat, sehingga menghasilkan kehidupan. Apapun yang diucapkan dengan lidah ini, kita akan memakan sendiri buah yang dihasilkan.
Kebenaran itu ditegaskan kembali oleh Yesus ketika Ia berkata:
“Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.” (Matius 12:36–37).
Kadang kala orang-orang Kristen suka mengucapkan hal-hal bodoh yang kurang memuliakan Tuhan, lalu meminta maaf sesudahnya dengan berkata: “Oh, maaf, bukan itu maksud saya.” Tetapi Yesus berkata: “Setiap kata sia-sia”. Kita tidak bisa hanya meminta maaf dengan berkata, bukan itu maksnya. Pengakuan iman harus dipegang teguh, dan harus kita pegang erat-erat.
Pada akhirnya, hanya ada dua kemungkinan mengenai hubungan kita dengan Kristus dan Firman Tuhan: kita akan mengakuinya, atau kita akan menyangkalnya. Sekali lagi, Yesus berkata:
“Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di surga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di surga.” (Matius 10:32–33)
Hanya ada dua kemungkinan tersebut bagi kita. Tak ada kemungkinan yang ketiga. Di jangka panjang, dalam perkara-perkara rohani tidak ada jalan tengah yang netral.
Yesus berkata:
“Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku” (Matis 12:30).
Kita hanya dapat membuat pengakuan yang benar sehingga diselamatkan. Atau, kita membuat pengakuan yang salah (dusta), dan tidak akan menerima keselamatan.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, karena Engkau adalah Imam Besar pengakuan iman kita. Ku-deklarasikan, aku mengaku di hadapan manusia bahwa Yesus adalah Tuhan-ku, dan Ia pun mengakui aku di hadapan Bapa kita yang di surga. Aku akan berpegang teguh pada pengakuan imanku. Amin.

Unduh Gratis
Renungan ini tersedia untuk diunduh, dicetak, dan dibagikan untuk penggunaan pribadi atau gereja.
Kode: WD-B097-300-IND









