Tubuhku: Bait Suci Tuhan

Derek Prince
Published: 2008
Last Updated: Juli 2026
Read Time: 2
Allah Yang Mahatinggi tidak berdiam di dalam bangunan-bangunan, melainkan di dalam bait yang Ia ciptakan bagi diri-Nya sendiri. Ketika Anda memahami bahwa tubuh Anda adalah untuk Tuhan, Anda akan melihat bagaimana Dia mengambil tanggung jawab penuh atas pemeliharaannya.
“Tetapi Yang Mahatinggi tidak diam di dalam apa yang dibuat oleh tangan manusia, seperti yang dikatakan oleh nabi: ‘Langit adalah takhta-Ku, dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku. Rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, demikianlah firman Tuhan, tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku? Bukankah tangan-Ku sendiri yang membuat semuanya ini?’” (Kisah 7:48–50)
Tuhan tinggal di sebuah bait suci yang bukan bikinan manusia, melainkan bait yang dibuat Tuhan sendiri untuk suatu maksud tujuan ilahi. Bait suci yang dimaksud adalah tubuh orang percaya yang telah ditebus dengan darah Yesus Kristus.
Seperti dijelaskan Rasul Paulus dalam 1 Korintus 6:13:
“Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan; tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.”
Ayat ini mengatakan, makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan. Di kitab Amsal dikatakan:
“Orang benar makan sekenyang-kenyangnya, tetapi perut orang fasik menderita kekurangan” (Amsal 13:25).
Namun orang yang benar tidak pernah makan berlebihan. Mengapa? Karena tubuhnya merupakan bait suci Tuhan, dan ia tidak boleh mencemarkannya dengan makan berlebihan (“rakus”), minum sampai mabuk, perilaku tidak bermoral atau apapun lainnya yang menyalahgunakan tubuh. Tubuh adalah untuk Tuhan, dan Tuhan bagi tubuh kita. Apabila tubuhku sudah diserahkan kepada Tuhan, Tuhanlah yang berhak atas tubuhku ini.
Marilah kita mengumpamakannya sebagai berikut. Jikalau saya membeli sebuah properti (gedung), maka saya sendirilah yang harus bertanggungjawab untuk merawat dan memeliharanya. Tetapi jikalau gedung yang saya tinggali itu hanya disewakan, yang bertanggungjawab untuk gedung itu adalah pemiliknya. Yesus tidak akan mau bertanggung jawab atas pemeliharaan tubuh kita, apabila Ia hanya “menyewa” tubuh kita untuk sementara saja. Tetapi apabila Ia benar menjadi pemilik tubuh kita, Ia sendirilah yang akan merawat/ memeliharanya. Hubungan semacam itulah yang sesungguhnya Ia inginkan, yaitu sebagai Pemilik.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena darah Yesus dan pekerjaan Roh Kudus-Mu. Ku-deklarasikan, tubuhku adalah bait suci, tempat kediaman Roh Kudus, dan Tuhan berhak sepenuhnya atas tubuhku. Karena itu aku takkan mencemari tubuh ini dengan roh ketamakan (kerakusan), kemabukan, perbuatan amoral, atau hal-hal lain yang merupakan penyalahgunaan dari tubuhku. Tubuhku adalah bait suci, tempat kediaman Roh Kudus, yang telah ditebus dan dikuduskan oleh darah Yesus. Amin.

Unduh Gratis
Renungan ini tersedia untuk diunduh, dicetak, dan dibagikan untuk penggunaan pribadi atau gereja.
Kode: WD-B097-044-IND









