Satu Jalan untuk Kemerdekaan

Derek Prince
Published: 2008
Last Updated: Juli 2026
Read Time: 2
Roh Kudus bukanlah sekadar perasaan atau program gereja, melainkan Tuhan sendiri, setara dengan Bapa dan Anak. Kebebasan sejati tidak ditemukan dalam tradisi keagamaan atau tindakan lahiriah, melainkan hanya di tempat di mana Dia hadir dan memimpin.
Roh Kudus adalah juga sebuah sosok pribadi, dan hal itu merupakan sebuah fakta yang penting. Ia bukan saja berkepribadian, tetapi Ia juga disebut Tuhan, sama seperti Allah Bapa disebut Tuhan dan Allah Putra pun adalah Tuhan. Kedudukannya sederajat dengan kedua anggota lain dari Allah tritunggal. Oleh karena itu, kiranya kita harus bersikap sama hormat terhadap Roh Kudus seperti juga sikap kita terhadap Bapa dan Anak-Nya.
Dalam 2 Korintus 3:17 Paulus membuat kalimat yang sederhana ini:
“Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.”
Dalam ayat ini kita melihat perbandingan antara kemerdekaan dan keterikatan kepada hukum atau sebuah sistem perundang-undangan. Hanya ada satu jalan untuk mendapatkan kemerdekaan. Di mana ada Roh Kudus, di situlah ada kemerdekaan.
Banyak orang Kristen mempunyai gambaran yang aneh-aneh mengenai kemerdekaan. Mereka berkata, misalnya: “Jika kita belum berada di panggung pada pukul 6.45 Minggu malam untuk menari-nari di atasnya, sesungguhnya kita belum benar-benar merdeka.” Atau: “Jika semua tidak tepuk tangan, berarti kita belum benar-benar merdeka.” Ada pendeta yang berpikir, jika tidak menghentak-hentakkan kaki di panggung tempat mimbar, berarti mereka belum mengalami kebebasan seutuhnya.
Sebenarnya kemerdekaan atau kebebasan itu bukanlah karena kita telah menjalankan program tertentu dalam gereja. Itu tak ada kaitan dengan kebiasaan tertentu dalam ibadah, seperti misalnya mengangkat kedua belah tangan. Mungkin saja itulah tanda adanya suatu kebebasan berekspresi, tetapi bisa juga menjadi suatu keterikatan. Yang penting, apakah gerak-gerik itu diilhami oleh Roh Kudus atau kita hanya melakukan demikian karena sudah menjadi tradisi agama. Tradisi agama menimbulkan keterikatan, sedangkan Roh Kudus memberikan kebebasan.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena aku boleh mendekati-Mu. Ku-deklarasikan, di mana Roh Kudus berada, di situ ada kemerdekaan. Aku ada jalan masuk kepada Tuhan melalui Roh Kudus. Amin.

Unduh Gratis
Renungan ini tersedia untuk diunduh, dicetak, dan dibagikan untuk penggunaan pribadi atau gereja.
Kode: WD-B097-223-IND









