Pentingnya Menjaga Makanan

Derek Prince
Published: 2008
Last Updated: Juli 2026
Read Time: 2
Banyak orang Kristen memiliki keyakinan yang kuat tentang apa yang seharusnya kita makan atau minum, namun keyakinan ini kadang-kadang dapat menimbulkan sikap menghakimi. Pelajari apa yang Firman Tuhan ajarkan tentang kebebasan orang Kristen dan bagaimana Allah menerima kita terlepas dari pilihan makanan kita.
Diet atau disiplin makan untuk sehari-hari merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan ini. Setiap orang memilih sendiri makanannya, entah ia menyadarinya atau tidak. Ada berbagai macam diet yang dianjurkan orang, dan salah satu di antaranya adalah sistem vegetarian (hanya makan sayur-sayuran saja). Saya sudah bertemu orang yang lebih suka makan secara vegetarian, dan saya tidak pernah mengritik mereka, saya bahkan respek terhadap mereka. Namun menurut hemat saya, ada juga hal-hal yang perlu diingat oleh teman-teman, yang mana kita harus berhati-hati. Lihatlah tulisan Paulus ini:
“Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya. Yang seorang yakin, bahwa ia boleh makan segala jenis makanan, tetapi orang yang lemah imannya hanya makan sayur-sayuran saja. Siapa yang makan, janganlah menghina orang yang tidak makan, dan siapa yang tidak makan, janganlah menghakimi orang yang makan, sebab Allah telah menerima orang itu.” (Roma 14:1–3)
Menurut Paulus, kita harus berhati-hati dengan sikap kita terhadap orang lain. Mengenai kebiasaan untuk hanya makan sayur-sayuran, menurut Paulus orang yang hanya makan sayur-sayuran mempunyai iman yang lemah, karena ia menghindari makan daging supaya hidup lebih suci (lebih benar).
Lalu ada juga banyak orang yang menolak secara total minuman yang beralkohol. Tetapi Alkitab berkata bahwa Tuhanlah
“yang menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, yang mengeluarkan makanan dari dalam tanah dan anggur yang menyukakan hati manusia, yang membuat muka berseri karena minyak, dan makanan yang menyegarkan hati manusia” (Mazmur 104:14–15).
Tuhan mengeluarkan dari dalam tanah segala macam hal yang boleh dikonsumsi oleh manusia, termasuk minuman anggur yang “menyukakan hati manusia.” Jelas sekali, Tuhan tidak menuntut manusia untuk pantang sama sekali dari minuman keras.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena darah Yesus serta pekerjaan Roh Kudus-Mu. Aku akan memuliakan Tuhan dengan apa pun yang kumakan dan dengan kebiasaan makanku. Tubuhku adalah bait suci Roh Kudus yang telah ditebus kembali, dibersihkan serta dikuduskan oleh darah Yesus. Amin.

Unduh Gratis
Renungan ini tersedia untuk diunduh, dicetak, dan dibagikan untuk penggunaan pribadi atau gereja.
Kode: WD-B097-059-IND









