“Apa yang Dijanjikan Bapa-Ku”

Derek Prince
Published: 2008
Last Updated: Juli 2026
Read Time: 2
Alkitab memuat ribuan janji Allah, namun Yesus Kristus secara khusus menyoroti satu janji di atas segala janji lainnya sebagai Janji Bapa. Temukan bagaimana berkat tertinggi ini, yang telah dibeli melalui pengorbanan-Nya di kayu salib, diberikan secara cuma-cuma kepada Anda hanya melalui iman.
Untuk menerima hadiah pemberian Roh Kudus, orang yang percaya itu tidak boleh sedikit pun mengandalkan diri sendiri. Semuanya bergantung semata-mata kepada karya pendamaian Kristus, yang lebih dari cukup.
“Oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan”, bukan oleh prestasi kerja atau amal perbuatan kita (Galatia 3:14).
Hal ini sesuai dengan kata-kata akhir yang diucapkan Yesus kepada para pengikut-Nya sebelum naik ke surga:
“Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi” (Lukas 24:49).
Saat itu yang dimaksudkan Yesus adalah baptisan Roh Kudus yang akan diterima para pengikut-Nya pada hari Pentakosta.
Ungkapan “apa yang dijanjikan Bapa-Ku” itu menyingkapkan bagaimana sebenarnya pemikiran dan maksud tujuan Allah Bapa sehubungan dengan karunia Roh Kudus itu. Pernah ada orang yang menghitung dalam Alkitab, bahwa sekurang-kurangnya ada tujuh ribu janji yang berbeda-beda yang disampaikan Allah kepada umat-Nya yang percaya. Tetapi di antara semua janji itu Yesus mengatakan hanya ada satu di antaranya yang bersifat unik, yaitu: apa yang dijanjikan oleh Roh.
Paulus menyebutnya “berkat Abraham”
“berkat Abraham” (Galatia 3:14).
Dengan demikian ia mengkaitkan hal itu dengan rencana besar Tuhan ketika Ia memilih Abraham. Ketika memanggil Abraham dari tanah Ur Allah berkata:
“Aku akan … memberkati engkau … dan engkau akan menjadi berkat. ... dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat” (Kejadian 12:2–3).
Tuhan berkali-kali menegaskan kembali rencana-Nya itu ketika berkomunikasi lebih lanjut dengan Abraham.
“Maka Aku akan memberkati engkau … Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat” (Kejadian 22:17–18).
Semua janji Allah itu bertumpu pada yang dikatakan Paulus, yaitu:
“apa yang dijanjikan oleh Roh” (Galatia 3:14).
Yesus mencurahkan darah-Nya di kayu salib untuk membeli berkat yang telah dijanjikan kepada keturunan Abraham itu.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, untuk karya-Mu di kayu salib. Kudeklarasikan, darah Yesus telah tercurah di kayu salib untuk membeli berkat Abraham – yaitu yang dikatakan Yesus sebagai “apa yang dijanjikan Bapa-Ku” – dan aku akan menerima janji berkat Roh Kudus itu, karena Yesus terkutuk supaya diriku dapat menerima berkat yang tersedia. Amin.

Unduh Gratis
Renungan ini tersedia untuk diunduh, dicetak, dan dibagikan untuk penggunaan pribadi atau gereja.
Kode: WD-B097-125-IND









