Mengalami Penerimaan-Nya

Derek Prince
Published: 2008
Last Updated: Juli 2026
Read Time: 2
Rasa sakit akibat penolakan dijawab oleh satu penyediaan Allah yang mencakup segalanya, yang telah digenapi melalui pengorbanan Yesus di kayu salib. Dalam pertukaran ilahi ini, Dia menanggung semua rasa malu dan kepedihan hati kita agar kita dapat diterima sepenuhnya dalam penerimaan sempurna dari Bapa.
Untuk mendapatkan obat penawar yang disediakan Tuhan untuk mengatasi rasa tertolak itu, ada dua hal mendasar yang harus dimengerti.
Pertama: ada sekian banyak masalah yang dihadapi oleh umat manusia, tetapi Tuhan tidak menyediakan sekian banyak jalan keluar pula untuk mengatasinya. Tidak, Ia hanya mengatur satu hal saja yang dapat memenuhi segala keperluan umat manusia. Persediaan yang mencakup segala sesuatu ini adalah kematian Yesus sebagai kurban dosa di kayu salib.
Yang kedua, yang terjadi di kayu salib adalah sebuah pertukaran yang sudah lama direncanakan oleh Tuhan. Segala akibat buruk dari dosa-dosa manusia ditimpakan kepada Yesus, supaya sebaliknya, segala kebaikan yang diakibatkan oleh kepatuhan Yesus, yang notabene tak pernah berdosa, bisa tersedia bagi kita semua. Sebenarnya, manusia tidak dapat berbuat apa-apa sehingga pantas menerima semua ini, dan kita tidak berhak atau berjasa apa pun sehingga berhak menerimanya. Semua itu hanya dimungkinkan oleh karena cinta kasih Tuhan yang tiada terselami.
Oleh sebab itu, tiada gunanya untuk menghampiri Tuhan berdasarkan suatu jasa atau kebaikan yang kita mengira ada pada diri kita. Tiada sesuatu yang bisa kita tawarkan dari diri kita sendiri yang dapat dibandingkan dengan kurban yang dipersembahkan Yesus bagi kepentingan manusia.
Kristus menderita ketertolakan di kayu salib, dan juga segala rasa malu dan pengkhianatan, kepedihan dan sakit hati yang merupakan bagian kita. Sesungguhnya, penyebab dari kematian Yesus adalah karena sedih dan patah hati. Kita, anak-anak manusia diterima kembali oleh Tuhan, karena Yesus mengalami ketertolakan. Kita diterima oleh Tuhan karena jasa dari Dia yang dikasihi-Nya.
Suatu transaksi penukaran terjadi di kayu salib. Yesus menanggung kejahatan manusia, supaya anak-anak manusia dapat menerima kebaikan. Ia yang menanggung kesusahan kita, supaya kita boleh mendapatkan sukacita-Nya. Jalan pun mulai terbuka bagi manusia untuk menghampiri Tuhan tanpa rasa malu, tanpa rasa bersalah dan tanpa rasa takut. Yesus menanggung ketertolakan anak manusia, supaya kita boleh mengalami diterima oleh Dia.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, untuk karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan, Yesus telah memungkinkan sebuah pertukaran bagiku: Diriku diterima oleh sebab Dia yang tertolak. Diriku menerima semua kebaikan-Nya, sebab Dia yang menanggung semua kebusukanku. Diriku kini mempunyai sukacita-Nya, sebab Ialah yang menanggung semua kesedihanku. Ku-deklarasikan bahwa Yesus telah menanggung ketertolakanku, supaya diriku diterima oleh-Nya bersama Allah Bapa. Amin.

Unduh Gratis
Renungan ini tersedia untuk diunduh, dicetak, dan dibagikan untuk penggunaan pribadi atau gereja.
Kode: WD-B097-144-IND









