Mengembangkan Daya Tahan

Derek Prince
Published: 2008
Last Updated: Juli 2026
Read Time: 2
Tuhan memanggil kita untuk berlari dengan ketekunan dan tidak pernah menyerah, namun hal ini menuntut kekuatan yang tidak kita miliki dalam diri kita sendiri. Kemenangan sejati terjadi ketika kita mengalihkan pandangan dari kelemahan kita dan memusatkan mata kita kepada Yesus, Dia yang telah menanggung salib dan menyempurnakan iman kita.
Pengakuan yang satu ini menunjukkan satu lagi persyaratan yang diperlukan untuk memenangi perlombaan, dan syarat itu adalah “ketekunan” yang disebutkan di Ibrani 12:1. Jikalau ingin benar-benar sukses secara rohani dan mendapat kepuasan, inilah satu sifat yang penting sekali bagi karakter kita sebagai orang Kristen. Kita harus mengembangkan ketekunan atau keuletan.
Apakah kebalikan dari “ketekunan”? Saya kira kebalikannya adalah menyerah kalah atau berhenti bertanding. Orang Kristen janganlah menjadi orang orang berhenti bertanding. Jika Tuhan menyuruh melakukan sesuatu, kita harus bertekun melaksanakannya hingga selesai. Ada kaitan yang erat antara penguasaan diri dan ketekunan. Tanpa penguasaan diri kita takkan memiliki ketekunan atau keuletan. Kita harus bisa mengatasi kelemahan-kelemahan kita. Kalau tidak, setiap kali diuji dalam hal ketekunan/ keuletan, kita akan jatuh lagi karena kelemahan tertentu, entah emosional, psikologis ataupun jasmani. Dan kita akan menyerah kalah setiap kali kita semestinya bertahan dan bertekun.
Satu lagi syarat lain untuk menang dalam perlombaan adalah bahwa mata kita harus tetap tertuju kepada Yesus. Seperti dikatakan di surat Ibrani:
“Mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia” (Ibrani 12:2).
Mata kita harus tetap tertuju kepada Yesus. Dengan kata lain, kita tak dapat berlari dalam perlombaan dengan mengandalkan diri sendiri. Mata tertuju kepada Yesus itu artinya Ia harus menjadi teladan kita, dan kita harus mengandalkan Dia. Ia adalah yang memampukan kita untuk mulai menaruh iman. Ia pula yang akan menyempurnakan iman kita, dan yang akan membawa kita kepada kemenangan.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena menolongku untuk “maju terus.” Ku-deklarasikan, aku takkan menyerah kalah, tetapi mataku akan terus tertuju kepada Yesus, yang memimpinku kepada kemenangan. Aku akan lari dalam perlombaannya dengan penuh ketekunan. Amin.

Unduh Gratis
Renungan ini tersedia untuk diunduh, dicetak, dan dibagikan untuk penggunaan pribadi atau gereja.
Kode: WD-B097-340-IND









