Menyatu dengan Kristus

Derek Prince
Published: 2008
Last Updated: Juli 2026
Read Time: 2
Bersatu dengan Tuhan bukanlah peristiwa di masa lalu, melainkan suatu kesatuan yang terus-menerus dan intim, yang menjadikan Anda satu roh dengan-Nya. Ketergantungan kepada Kristus dari saat ke saat inilah yang menjadi sumber hidup Anda dan merupakan hak istimewa terbesar dalam persekutuan dengan Allah.
“Tetapi orang yang menyatukan dirinya dengan Tuhan, Roh Tuhan dan roh orang itu menjadi satu” (1 Korintus 6:17, BIMK)
Dalam teks bahasa Yunani kata kerja “menyatukan diri” (“joined” dalam teks bahasa Inggris) tidak memakai waktu lampau, tetapi waktu “sekarang namun masih berlanjut” (continuous present tense). Jadi, maksud ayat itu dengan kata lain, “Orang yang senantiasa melekat kepada Tuhan menjadi satu dengan Dia.” Inilah suatu persatuan dan kesatuan rohani dengan Tuhan yang kurang lebih sama seperti hubungan fisik di mana seorang lelaki dan perempuan dapat menyatu. Itulah yang dikatakan oleh Alkitab. Halnya sedemikian real, sedemikian nyata, dan sedemikian intim, yaitu orang percaya dapat melekat kepada Tuhan sedemikian rupa sehingga menjadi satu dengan Tuhan.
Sama seperti Yesus itu menyatu dengan Allah Bapa, demikian juga orang-orang yang percaya dapat menyatu dengan Sang Putra.
“… orang yang menyatukan dirinya dengan Tuhan, Roh Tuhan dan roh orang itu menjadi satu” (BIMK).
Saya ingin menandaskan kembali, bahwa ini bukanlah suatu event yang terjadi di waktu lalu (past tense). Ini suatu hal yang terus-menerus berlangsung sekarang: “Orang yang senantiasa melekat kepada Tuhan.” Hidupnya Yesus adalah karena Ia senantiasa menyatu dengan Allah Bapa. Seandainya kesatuan itu terputus (dan hal itu tak pernah terjadi, kecuali ketika Yesus berada di kayu salib), maka Ia akan langsung mati. Dan sebagai orang percaya, saudara dan saya pun hidupnya hanya sejauh kita senantiasa menyatu dengan Anak Allah, yaitu Yesus Kristus. Karena hidup menyatu dengan Dia, kita menjadi satu roh.
Aktivitas utama roh manusia adalah menyatu dengan Tuhan. Roh itulah satu-satunya bagian dalam diri manusia yang dapat secara langsung menyatu dengan Tuhan. Betapa besar kehormatan yang diberikan kepada kita, karena roh kita dapat menyatu dan bersekutu dengan Tuhan.
Orang yang percaya harus hidup karena kebersatuannya dengan Kristus, seperti Kristus juga hidup karena menyatu dengan Allah Bapa. Dari momen yang satu ke momen lainnya, kehidupan kita bergantung kepada penyatuan dengan Kristus ini. Untuk hari ini kita tidak dapat mengandalkan lagi pengalaman hidup yang kemarin.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, untuk karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan, diriku telah hidup menyatu dengan Kristus – dan Dia dan aku satu roh adanya. Kehidupan Yesus terputus oleh kematian, supaya diriku dapat berhubungan dengan Allah untuk selama-lamanya. Amin.

Unduh Gratis
Renungan ini tersedia untuk diunduh, dicetak, dan dibagikan untuk penggunaan pribadi atau gereja.
Kode: WD-B097-151-IND









