Standar Persahabatan Tuhan

Derek Prince
Published: 2008
Last Updated: Juli 2026
Read Time: 2
Sementara dunia telah merendahkan makna persahabatan, standar Allah didasarkan pada komitmen perjanjian yang kuat. Yesus menyebut kita sahabat-Nya, namun hubungan yang mendalam ini menuntut kita untuk menyerahkan hidup kita bagi-Nya, sama seperti Dia telah menyerahkan hidup-Nya bagi kita.
Patut disayangkan, bahwa dalam dunia zaman sekarang istilah sahabat atau teman sudah sangat kehilangan maknanya. “Sahabat” sudah menjadi sebuah kata yang murahan, dan kini orang tidak percaya lagi akan persahabatan. Tapi tahukah, saudara? Sesungguhnya Tuhan tidak pernah menurunkan standar-Nya mengenai persahabatan. Di mata Tuhan, persahabatan itu harus didasarkan atas kesetiaan terhadap ikatan janji (covenant). Abraham pun menjadi seorang sahabat Tuhan atas dasar ikatan perjanjian. Dalam ikatan perjanjian yang baru Yesus pun ingin mengajak kita mempunyai hubungan dengan Dia, yang sama seperti hubungan yang dinikmati oleh Abraham semasa PL, yaitu suatu hubungan persahabatan.
Dalam Yohanes 15:15 Yesus berkata kepada para pengikut-Nya:
“Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, …, tetapi Aku menyebut kamu sahabat. tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.”
Dari status seorang budak atau pesuruh dijadikan sahabat, bukankah itu suatu kenaikan tingkat? Tetapi jangan lupa, harga persahabatan itu cukup mahal, sama juga seperti bagi Abraham dulu. Harganya pun cukup mahal untuk menjadi sahabat Yesus. Bagi kita, umat Kristen, dasar untuk menjadi sahabat Yesus itu sama seperti dasarnya bagi Abraham. Dasarnya adalah suatu ikatan janji (covenant).
Tidak lama sebelum Ia akan menyerahkan nyawa-Nya sebagai kurban agung untuk kita, Yesus berkata:
“Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (Yohanes 15:13).
Tetapi hendaknya diingat, untuk menjadi sahabat-sahabat Yesus kita pun harus rela menyerahkan nyawa untuk Dia. Kesetiaan yang dituntut harus bersifat timbal-balik.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, karena Engkau telah menebus dan menyelamatkanku. Ku-deklarasikan, karena Yesus telah menyerahkan nyawa-Nya bagiku, aku pun akan menyerahkan nyawaku untuk-Nya, karena aku ini sahabat Kristus. Amin.

Unduh Gratis
Renungan ini tersedia untuk diunduh, dicetak, dan dibagikan untuk penggunaan pribadi atau gereja.
Kode: WD-B097-169-IND









