Empat Persyaratan

Derek Prince
Published: 2008
Last Updated: Juli 2026
Read Time: 2
Sebuah jalan yang baru dan hidup telah dibukakan bagi kita untuk masuk ke Ruang Maha Kudus dan mendekati takhta Allah. Kita dapat menghampiri-Nya dengan penuh keyakinan apabila kita memahami empat syarat yang sederhana namun mendalam yang dinyatakan dalam Kitab Suci.
Menurut Ibrani 10:22, kita perlu memenuhi empat persyaratan untuk bisa menghampiri takhta kemurahan di Ruang Mahakudus.
“Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.”
Pertama, kita harus mempunyai “hati yang tulus ikhlas”; kedua, harus ada “keyakinan iman yang teguh”; ketiga, hati kita harus sudah “dibersihkan [disirami untuk dibasuh] dari hati nurani yang jahat”; dan keempat, tubuh kita harus sudah “dibasuh dengan air yang murni”. Mari kita mempelajari setiap hal itu secara singkat.
Hati yang tulus ikhlas: Kita mendekati Tuhan dengan hati, bukan dengan otak kita. Allah memang bukan sekadar jawaban atas sebuah teka-teki intelektual, tetapi Ia bersedia untuk berjumpa dengan hati yang tulus dan rindu kepada-Nya. Kita harus datang tanpa pretensi apa-apa (dengan tidak bersikap sok), menghadap Tuhan dengan seadanya, tanpa menyembunyikan sesuatu apa pun.
Keyakinan iman yang teguh: Ibrani 11:6 berkata:
“Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada.”
Kita harus menghadap dengan percaya benar akan kesetiaan Tuhan – bukan dengan keyakinan akan kemampuan atau kesalehan kita sendiri.
Hati kita sudah dibersihkan dari hati nurani [perasaan] yang bersalah: Perasaan bersalah merupakan akibat dosa. Tetapi karena dibasuh oleh darah Yesus kita pun yakin semua perbuatan jahat kita telah diampuni dan hati kita sudah dibersihkan dari noda dosa.
Tubuh kita sudah dibasuh dengan air yang murni: Di 1 Yohanes 5:6 dikatakan, bahwa Yesus datang dengan air dan darah.
“Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus; bukan dengan air saja, tetapi dengan air dan dengan darah.”
Di Ibrani 10:22 kita dapat melihat kedua unsur tersebut: darah yang membersihkan dari hati nurani yang penuh dosa dan air yang membersihkan tubuh kita. Saya percaya bahwa air di sini berbicara mengenai baptisan Kristiani. Di dalam PB baptisan Kristiani melambangkan bahwa orang Kristen telah sama-sama mati, dimakamkan dan dibangkitkan kembali seperti Yesus Kristus juga. Maka “jalan yang baru dan yang hidup” yang disebutkan di Ibrani 10:20 itu, tidak lain dan tidak bukan adalah Yesus sendiri.
“...jalan yang baru dan yang hidup, yang telah dibukakan-Nya bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,”
Kita harus menyatukan jati diri kita dengan semua yang diderita oleh-Nya ketika Ia mati bagi dosa-dosa kita, kemudian dihidupkan kembali.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, sebab aku dapat menghampiri-Mu oleh karena darah Yesus. Ku-deklarasikan, aku datang dengan hati yang tulus dan penuh iman, hati yang dibersihkan dari rasa bersalah dan tubuhku yang dibersihkan dengan air yang murni. Aku akan memasuki Ruang Mahakudus. Amin.

Unduh Gratis
Renungan ini tersedia untuk diunduh, dicetak, dan dibagikan untuk penggunaan pribadi atau gereja.
Kode: WD-B097-318-IND









