Hubungan dengan Bapa Kita

Derek Prince
Published: 2008
Last Updated: Juli 2026
Read Time: 2
Dalam doa terakhir-Nya sebelum salib, Yesus menyingkapkan tujuan Injil yang begitu menakjubkan. Ia berdoa agar kita dapat masuk ke dalam hubungan kasih yang sama dengan Bapa seperti yang Ia miliki, sehingga kita dimampukan mengasihi Allah sebagaimana Anak mengasihi-Nya.
Di dalam dua ayat terakhir dari Yohanes pasal 17 kita menemukan ucapan Yesus yang terakhir kepada para pengikut-Nya sebelum Ia akan menderita dan wafat di kayu salib. Saya percaya kedua ayat terakhir ini merupakan titik puncak dari tujuan Injil yang sebenarnya. Beginilah sebagian doa yang dipanjatkan Yesus saat itu.
“Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan [para pengikut-Ku] ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka.”
“(Yohanes 17:25–26)”
Nama yang hendak diperkenalkan Yesus adalah Bapa. Dalam PL sedikit sekali kita menemukan kata Bapa dipakai sebagai sebuah julukan atau gelar Tuhan. Satu-satunya pribadi yang dapat mengungkapkan Bapa dengan seutuhnya adalah Sang Putra. Saat itu Yesus berkata:
“Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.”
“(ayat 26)”
Tujuan paling utama yang sesungguhnya hendak dicapai oleh Injil adalah hubungan cinta kasih antara kita dengan Tuhan ini. Sesungguhnya, Tuhan mengasihi kita sama seperti Ia mengasihi Yesus (sampai sekarang pun), dan kita pun bisa mengasihi Tuhan sama seperti Yesus mengasihi Dia. Itulah tujuannya – untuk membawa kita masuk ke dala, keluarga Allah, supaya kita berhubungan dengan Tuhan sebagai Bapa, sama seperti Yesus berhubungan dengan Dia. Hal ini memungkinkan kita untuk mengasihi Tuhan dengan kasih yang sama seperti kasih Yesus. Kita tidak bisa meminta lebih lagi dari itu, karena hal itu sulit untuk dibayangkan. Otak manusia tidak bisa membayangkannya. Tetapi itulah sasaran tujuannya, itulah tujuan akhir. Semua hal lain bersifat sekunder.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau telah memilihku dalam kasih. Ku-deklarasikan, tujuan akhir hidupku adalah untuk menjalin hubungan cinta kasih dengan Tuhan sebagai Bapaku, karena aku telah diadopsi menjadi anak Tuhan. Amin.

Unduh Gratis
Renungan ini tersedia untuk diunduh, dicetak, dan dibagikan untuk penggunaan pribadi atau gereja.
Kode: WD-B097-217-IND









