Buah yang Sesuai dengan Pohonnya

Derek Prince
Published: 2008
Last Updated: Juli 2026
Read Time: 2
Alkitab mengatakan bahwa sebuah mata air tidak dapat menghasilkan air tawar dan air asin sekaligus, namun betapa seringnya kita memuji Allah lalu berbicara buruk tentang sesama. Pengajaran yang kuat ini menyingkapkan apa yang diungkapkan perkataan kita tentang hati kita dan sumber rohani yang sebenarnya membimbing hidup kita.
Yakobus menulis mengenai betapa tidak konsistennya orang-orang yang bersifat agamawi:
“Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi. Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama? Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar. (Yakobus 3:9–12)”
Di ayat-ayat itu Yakobus mengkombinasikan dua buah gambar. Yang pertama adalah gambar sebuah pohon. Ia berkata bahwa pohon ara takkan pernah menghasilkan buah yang lain, misalnya buah zaitun. Jenis pohon menunjukkan buah macam apa yang akan dihasilkannya. Dalam gambar ini pohon melambangkan hati manusia; buahnya adalah kata-kata yang keluar dari mulut seseorang. Gambar yang kedua yang digunakan oleh Yakobus adalah mata air. Ia berkata, kita bisa tahu mata air itu akan mengeluarkan air asin, apabila air itu terasa asin (tidak tawar).
Dua jenis pohon itu berbicara mengenai dua jenis sifat. Apabila sebuah pohon menghasilkan buah yang tidak sama dengan yang semestinya, maka pohon itu sesungguhnya tidak baik. Dan gambar ini berbicara mengenai manusia lama. Pohon yang bagus adalah manusia baru di dalam Yesus Kristus. Manusia lama tidak dapat menghasilkan buah yang bagus. Yesus mengatakan hal itu hingga berkali-kali.
(Lihat, misalnya, Yohanes 15:1-8.) Sifat yang lama dan kedagingan itu selalu akan menghasilkan buah yang demikian juga.
Mata air itu menggambarkan sesuatu yang rohani. Mata air yang jernih adalah Roh Kudus. Mata air yang tidak baik (korup), yang asin dan tidak murni adalah roh yang lain.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, untuk transaksi penukaran di kayu salib. Ku-deklarasikan, sifatku yang baru akan menghasilkan buah-buah yang baik, sebab manusia lama-ku telah dimatikan di dalam Kristus, supaya manusia baru dapat hidup di dalam diriku. Amin.

Unduh Gratis
Renungan ini tersedia untuk diunduh, dicetak, dan dibagikan untuk penggunaan pribadi atau gereja.
Kode: WD-B097-238-IND









