Duduk Bersama Kristus di Atas Takhta

Derek Prince
Published: 2008
Last Updated: Juli 2026
Read Time: 2
Ada perbedaan yang sangat mendalam antara datang kepada Allah untuk meminta pertolongan dan mendekat untuk mengambil tempatmu bersama-Nya. Engkau menerima undangan untuk melampaui tabir dan masuk ke Tempat Maha Kudus.
Pengakuan atau pernyataan yang satu ini dapat dibandingkan dengan ajakan “Marilah kita” yang lain yang terdapat di kitab Ibrani:
“Marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia” (Ibrani 4:16).
Pengakuan ini pada hakikatnya mengatakan: “Marilah kita mendekati Tuhan.” Ajakan yang satu ini perlu dimengerti sesuai dengan konteksnya. Kalimat ini terhubung langsung dengan ayat yang terdapat di Ibrani pasal 10:
“Kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus …, marilah kita menghadap Allah” (Ibrani 10:19, 22)
Menurut hemat saya, ayat ini jelas menunjukkan bahwa “menghadap Tuhan” itu sama saja dengan “masuk ke tempat yang Maha Kudus.”
Mari kita membandingkan kedua pernyataan di atas. “Marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta” artinya, kita harus datang untuk meminta pertolongan yang dibutuhkan, yaitu pengampunan dan kasih karunia. Tetapi menurut hemat saya, kita melangkah lebih jauh dengan kalimat “Marilah kita menghadap Allah.” Kata-kata itu menyiratkan bahwa kita mendekati takhta bukan hanya untuk meminta pertolongan, tetapi juga bahwa kita diundang untuk duduk di atas takhta tersebut bersama Kristus. Itulah yang dimaksudkan dengan memasuki Ruang Mahakudus.
Sayang di sini tidak cukup spasi untuk suatu eksposisi yang lengkap dan terperinci mengenai kemah tabernakel, namun yang jelas ada tiga area utama di tempat suci tersebut. Yang pertama adalah area Pelataran bagian luar. Kemudian, setelah melewati tirai yang pertama dari kemah itu kita mendapati Ruang Kudus. Dan terakhir, sesudah melewati tirai yang kedua adalah Ruang Mahakudus. Tulisan dalam surat Ibrani itu didasarkan atas denah yang ada di kemah tabernakel itu.
Tujuan kita yang terakhir adalah Ruang Mahakudus, setelah melewati tirai yang kedua.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, sebab aku dapat menghampiri-Mu oleh karena darah Yesus. Ku-deklarasikan, aku duduk di atas takhta bersama Kristus. Aku akan memasuki Ruang Mahakudus. Amin.

Unduh Gratis
Renungan ini tersedia untuk diunduh, dicetak, dan dibagikan untuk penggunaan pribadi atau gereja.
Kode: WD-B097-316-IND









