Sampai Titik Terakhir

Derek Prince
Published: 2008
Last Updated: Juli 2026
Read Time: 2
Banyak orang percaya bahwa iman saja sudah cukup untuk menerima janji dari Allah, namun kitab Ibrani mengungkapkan satu syarat penting yang sering diabaikan. Keyakinan sejati kepada Tuhan dibuktikan melalui ketekunan yang bertahan teguh, sehingga Anda benar-benar menerima janji yang telah Anda imani.
Salah satu pokok bahasan yang sering disampaikan dalam kitab Ibrani adalah bahayanya untuk berbalik kembali dari pengakuan iman akan Kristus. Ada lima ayat dalam surat Ibrani itu yang secara terpisah memperingatkan mengenai bahaya kalau kita akan berbalik. Ayat-ayat itu termasuk sebagian ayat-ayat dalam Alkitab yang sungguh merupakan suatu peringatan. Oleh sebab itulah, salah satu kata kunci yang ditekankan dalam surat Ibrani adalah yang sedang kita bahas sekarang ini, yaitu ketekunan.
“Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran [ketekunan] mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.” (Ibrani 6:11–12)
Iman dan ketekunan. Ada orang yang berkata, untuk meraih janji Tuhan hanya diperlukan iman. Tetapi hal itu sesungguhnya tidak benar. Kita memerlukan iman dan ketekunan (kesabaran). Kedua-duanya dibutuhkan. Demikianlah penulis surat Ibrani itu melanjutkan:
“Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaan-[keyakinan]mu, karena besar upah yang menantimu. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu” (Ibrani 10:35–36).
Istilah keyakinan (kepercayaan diri) itu artinya kebebasan berbicara. Kita berani bicara mengenai Yesus, mengenai apa yang telah dan akan Dia lakukan bagi kita. Bagaimana kalau kita sudah melakukan kehendak Tuhan, namun belum juga meraih janji-janji-Nya? Apakah yang kita perlukan? Ketekunan.
Kita perlu untuk bertekun sesudah melakukan kehendak Allah dan meraih janji, supaya akhirnya benar-benar berhasil memperoleh apa yang dijanjikan. Ada orang yang melakukan kehendak Tuhan dan meraih janjinya, namun kurang bertekun. Lalu mereka bilang, wah, semuanya sia-sia saja. Tetapi hal itu memang akan sia-sia tanpa adanya ketekunan. Kita memerlukan iman maupun ketekunan.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena menolongku untuk “maju terus.” Ku-deklarasikan, aku akan bertekun sampai ke akhirnya, dan terus bertekad untuk melakukan kehendak Allah dan memperoleh hal-hal yang telah dijanjikan. Aku akan lari dalam perlombaannya dengan penuh ketekunan. Amin.

Unduh Gratis
Renungan ini tersedia untuk diunduh, dicetak, dan dibagikan untuk penggunaan pribadi atau gereja.
Kode: WD-B097-343-IND









