Kehidupan dalam Sang Putra

Derek Prince
Published: 2008
Last Updated: Juli 2026
Read Time: 2
Alkitab mengatakan bahwa jika Anda memiliki Anak, Anda memiliki hidup—sebuah anugerah yang memungkinkan Anda berdiri di hadapan Allah tanpa rasa takut. Hidup kekal ini bukanlah sesuatu yang harus Anda nantikan di masa depan, melainkan kenyataan yang sudah Anda miliki sekarang jika Anda menaruh iman kepada Yesus Kristus.
Sesungguhnya kita di-benar-kan (dinyatakan benar) karena percaya akan kematian Yesus Kristus sebagai kurban agung yang wafat demi kita, karena membiarkan Yesus menanggung kesalahan dan dosa kita, dan dengan iman menerima kebenaran-Nya (kesalehan-Nya) di-transfer kepada kita. Dengan dibekali kebenaran/ kesalehan tersebut, sekarang saya berani menghadapi Tuhan, menghadapi kematian dan menghadapi keabadian tanpa sedikit pun rasa takut, tanpa sedikit pun rasa gentar.
Rasul Yohanes menulis dalam surat kirimannya yang pertama:
“Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal. (1 Yohanes 5:11–13)”
Allah telah bersaksi di hadapan seluruh umat manusia, bahwa Ia telah menawarkan kehidupan yang abadi kepada kita semua. Kehidupan yang abadi ini terdapat dalam sosok pribadi Yesus Kristus, Anak-Nya. Jikalau kita menerima Yesus Kristus, di dalam-Nya-lah kita sudah menerima kehidupan yang kekal abadi.
Perhatikan kalimat ayat tadi, kata kerjanya (dalam bahasa Yunani dan juga terjemahan bahasa Inggris) memakai bentuk present tense, yaitu artinya “sekarang.” “Barangsiapa memiliki (has, bahasa Inggris) Anak, ia memiliki (has) hidup.” [Artinya, yang sekarang mempunyai Yesus, sekarang juga mempunyai hidup itu.] Jadi, hal ini bukan sesuatu yang terjadi selepas kita meninggal dunia. Hal ini seharusnya terjadi sekarang juga, ketika kita masih berada di dalam dunia ini dalam dimensi ruang dan waktu.
Seandainya baru mau menerima kehidupan Yesus ini sesudah saudara mati nanti, maka sesungguhnya saudara telah menunggu terlalu lama; maka akan terlambat sudah. Sebaiknya hal ini saudara pastikan dalam hatimu sekarang juga! Siapa yang memiliki Sang Anak (Yesus) dia itu sudah memiliki kehidupan itu. Pastikanlah, bahwa saudara sendiri pun sudah memiliki kehidupan (yang kekal) itu!
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, untuk pengurbanan-Mu. Ku-deklarasikan, kumiliki hidup itu sekarang, karena sudah memiliki Sang Putra. Ku-deklarasikan, diriku telah dibenarkan oleh karena iman. Amin.

Unduh Gratis
Renungan ini tersedia untuk diunduh, dicetak, dan dibagikan untuk penggunaan pribadi atau gereja.
Kode: WD-B097-180-IND









