Pengetahuan dan Hikmat Yesus yang Supranatural

Derek Prince
Published: 2008
Last Updated: Juli 2026
Read Time: 2
Sejak semula, Yesus Kristus sudah mengetahui bahwa salah satu dari kedua belas murid pilihan-Nya, yaitu Yudas Iskariot, akan mengkhianati-Nya. Saksikan momen yang menggetarkan hati pada Perjamuan Terakhir ketika Tuhan sendiri melepaskan Yudas untuk melakukan perbuatannya, membuktikan bahwa Dia yang dikhianati tetap memegang kendali sepenuhnya.
Pengetahuan dan hikmat supranatural yang ada pada Tuhan diperlihatkan di sepanjang pelayanan Yesus, semasa hidup-Nya di bumi. Dan itu terlihat lebih jelas lagi dari cara Yesus berurusan dengan Yudas Iskariot.
Suatu hari para pengikut itu berkata kepada Yesus:
“Dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah” (Yohanes 6:69).
Yesus memberi jawaban lalu memberitahu mereka, memang benar Ia adalah Mesias yang Kudus, namun ia akan dikhianati oleh salah seorang pengikut-Nya sendiri:
“‘Bukankah Aku sendiri yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang di antaramu adalah Iblis.’ Yang dimaksudkan-Nya ialah Yudas, anak Simon Iskariot; sebab dialah yang akan menyerahkan Yesus, dia seorang di antara ke dua belas murid itu.” (Yohanes 6:70–71).
Karena Roh Kudus, Yesus mengetahui bahwa Yudas-lah akan mengkhianati Dia, bahkan sebelum orang itu sendiri tahu bahwa ia akan melakukan hal tersebut.
Namun demikian, Yudas sendiri tidak mampu melaksnakan niatnya sampai Yesus mengucapkan sesuatu yang memberinya kebebasan untuk berbuat demikian. Pada saat Perjamuan yang terakhir Yesus memperingatkan para pengikut-Nya:
“Seseorang di antara kamu akan menyerahkan Aku” (Yohanes 13:21).
Ketika ditanyai siapa orangnya, Yesus menjawab:
“Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya. Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot. Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: ‘Apa yang hendak kau perbuat, perbuatlah dengan segera.’ Yudas menerima roti itu lalu segera pergi.” (John 13:26–27, 30)
Saya sungguh terpesona setelah menyadari, bahwa Yudas tidak dapat melaksanakan niat jahatnya sebelum Yesus sendiri mengucapkan kata-kata yang membebaskan dia untuk melakukannya. Jadi, dalam seluruh kisah cerita ini, yang mengendalikan keadaan bukanlah si pengkhianat, melainkan Dia yang dikhianati itu.
*Prayer Response
Terima kasih, Bapa, karena Engkau mengenalku dengan sempurna. Ku-deklarasikan, Yesus menunjukkan bahwa Ia memiliki pengetahuan dan hikmat supranatural dari Tuhan yang maha tahu. Bapaku mengetahui apa yang kuperlukan bahkan sebelum ku-meminta kepada-Nya. Amin.

Unduh Gratis
Renungan ini tersedia untuk diunduh, dicetak, dan dibagikan untuk penggunaan pribadi atau gereja.
Kode: WD-B097-248-IND









