Dikhususkan oleh Darah

Derek Prince
Published: 2008
Last Updated: Juli 2026
Read Time: 2
Darah Yesus menciptakan tempat perlindungan yang kudus, di mana Anda dapat hidup senantiasa disucikan dari dosa. Dengan mempersembahkan diri Anda sebagai korban yang hidup di atas mezbah Allah, Anda dikuduskan dan dipisahkan sepenuhnya untuk tujuan-Nya.
Yesus mencurahkan darah-Nya untuk menguduskan kita, untuk mengkhususkan kita bagi Tuhan saja. Kita dapat hidup di suatu area di mana dosa dan Iblis tidak bisa menjangkau kita, karena kita dilindungi dan dikuduskan oleh darah Yesus.
Dalam 1 Yohanes 1:7 tertulis:
“Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.”
Kata kerja dalam ayat ini (dalam bahasa Yunani asli) menggunakan present tense (waktu sekarang), sehingga yang dimaksudkan adalah sesuatu yang dikerjakan secara terus-menerus (senantiasa). Jika kita senantiasa hidup di dalam terang, maka kita akan senantiasa menikmati persekutuan, dan darah Yesus senantiasa menjaga kita bersih terus. Kita tetap suci dan tidak dinajiskan; kita tidak akan terkontaminasi oleh dunia yang bejat ini. Kita dikhususkan bagi Tuhan, dikuduskan dan dipisahkan oleh darah Yesus.
Hal praktis yang merupakan kunci di sini adalah tempat kita dikuduskan, yaitu di atas mezbah. Dalam PL, ketika hewan korban ditaruh di atas mezbah, maka ia tidak lebih daripada bangkai seekor hewan. Tetapi begitu hewan korban itu ditaruh di atas mezbah dan diikatkan ke mezbah itu, maka kurban sembelihan itu menjadi suci dan dikhususkan bagi Tuhan saja.
Demikian juga halnya dengan seorang anak Tuhan dalam PB. Paulus berkata:
“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati” (Roma 12:1).
Bedanya antara kurban di PL dan PB adalah bahwa tubuh yang kita persembahkan tidak disembelih ketika diletakkan di atas mezbah, karena merupakan kurban yang hidup. Prinsip pengudusannya tetap sama. Mezbah-lah yang menguduskan kurban yang diletakkan di atasnya.
Perubahan batiniah dalam pikiran dan motivasi hati hanya akan terjadi sesudah kita menyangkali semua hak atas tubuh kita sendiri dan menaruhnya di atas mezbah Tuhan, tanpa reserve sedikit pun, supaya dipakai Tuhan sebagaimana Ia menghendakinya.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau telah memanggilku. Ku-deklarasikan, bahwa aku dilindungi dan dikhususkan, serta dikuduskan oleh darah Yesus. Kupersembahkan tubuhku sebagai kurban persembahan yang hidup, sebab aku ini orang yang kudus. Amin.

Unduh Gratis
Renungan ini tersedia untuk diunduh, dicetak, dan dibagikan untuk penggunaan pribadi atau gereja.
Kode: WD-B097-209-IND









