Diyakinkan Sepenuhnya

Derek Prince
Published: 2008
Last Updated: Juli 2026
Read Time: 2
Abraham menghadapi kenyataan yang mustahil terkait usia dirinya dan Sara, namun ia tidak goyah terhadap janji Allah. Kita pun dapat mengikuti teladannya dengan berpegang teguh pada pengakuan iman kita dan memandang melampaui apa yang dikatakan oleh pancaindra kita kepada Imam Besar kita yang setia.
Berkaitan dengan hal membuat pengakuan yang benar dan berpegang teguh padanya tanpa ragu-ragu, saya ingin melihat kepada contoh Abraham, sebagaimana Paulus menggambarkannya. Abraham adalah salah satu contoh terbaik dari orang yang berpegang teguh tanpa ragu-ragu. Paulus menulis:
“Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, kaena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sarah telah tertutup.” (Roma 4:19)
Iman yang sungguh selalu menghadapi kenyataan. Jika ada sikap untuk tidak mau melihat kenyataan-kenyataan yang dihadapi, itu bukanlah iman yang sungguh. Abraham tidak berusaha menipu dirinya. Ia tidak membayangkan dirinya seolah-olah berbeda dengan keberadaannya sendiri. Dengan indranya Abraham menyadari bahwa tubuhnya praktis sudah mati, begitu juga rahim Sarah, istrinya. Tetapi ia tidak mau hanya mengandalkan indranya. Paulus selanjutnya berkata:
“Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidak-percayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.” (Roma 4:20–22)
Abraham disebut sebagai
“bapa semua orang percaya” (Roma 4:11)
dan kepada kita dianjurkan untuk meniru jalan hidupnya yang penuh iman itu. Kita diminta untuk berpegang kuat kepada janji Tuhan, membuat pengakuan kita, berpegang pada pengakuan itu tanpa ragu-ragu. Kita harus menolak untuk menjadi kecil hati karena hal-hal yang diungkapkan oleh panca indra kita, dan jangan hanya melihat perkara-perkara yang kelihatan. Dengan penuh iman kita harus juga memandang kepada dunia yang tidak kasat mata dan kepada Imam Besar kita yang setia yang berada di sebelah kanan Allah.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau setia – Engkau memberi harapan kepadaku. Ku-deklarasikan, aku akan menghadapi semua fakta tanpa menjadi bimbang karena mulai tidak percaya. Aku akan berpegang teguh pada harapanku. Amin.

Unduh Gratis
Renungan ini tersedia untuk diunduh, dicetak, dan dibagikan untuk penggunaan pribadi atau gereja.
Kode: WD-B097-326-IND









