Pengampunan Harus Bersifat Dua Arah

Derek Prince
Published: 2008
Last Updated: Juli 2026
Read Time: 2
Pengampunan adalah satu-satunya jawaban atas kepahitan dan pertikaian di dunia, dan pola yang sempurna terdapat di dalam Salib. Balok vertikal menunjukkan kebutuhan kita akan pengampunan dari Allah, yang kemudian memampukan kita untuk memberikan pengampunan secara horizontal kepada sesama.
Dalam bahasa apa pun, pengampunan merupakan sebuah kata yang paling indah dan merdu bunyinya. Mengapakah demikian indah dan merdu? Bayangkanlah hal-hal berikut ini, yang merupakan buah yang dihasilkan oleh pengampunan: suasana yang rujuk lagi, damai sejahtera, harmonis, saling mengerti, persaudaraan. Dunia kita sungguh membutuhkan hal-hal ini sekarang!
Sebaliknya, bayangkanlah hal-hal berikut ini, yang terjadi apabila kita gagal memberi dan menerima pengampunan: kepahitan, pertikaian, percekcokan, kebencian, dan peperangan. Terkadang ada kesan, seakan-akan seluruh umat manusia kini sedang terancam bahaya, karena mungkin akan dihancurkan oleh kekuatan-kekuatan yang negatif dan jahat itu. Kita hanya dapat mengatasi semua keadaan itu apabila kita belajar prinsip pengampunan dan mempraktikkannya.
Pengampunan yang disebutkan dalam Alkitab bersifat dua arah. Dua arah tersebut digambarkan oleh kayu salib, yaitu lambang iman Kristiani kita. Kayu salib terbuat dari dua buah balok – yang satu vertikal, dan yang lainnya horisontal – hal ini menggambarkan pengampunan yang bersifat dua arah.
Balok yang tegak lurus menggambarkan pengampunan yang semua kita perlukan dari Tuhan. Dan pengampunan itu hanya dapat diperoleh dengan menyatukan jatidiri kita (menerima untuk diri sendiri) pengurbanan yang dilakukan oleh Yesus Kristus serta kebangkitan kembalinya dari kematian.
Balok horisontal menggambarkan hubungan dengan sesama manusia. Yang ini mengacu kepada pengampunan yang juga bersifat timbal-balik, yaitu pengampunan yang perlu diterima dari orang-orang lain, dan pengampunan yang kita berikan kepada orang-orang yang lain. Dan sekali lagi, satu-satunya tempat di mana kita dapat menerima kasih karunia (kemampuan ajaib) untuk pengampunan semacam itu adalah kayu salib.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, untuk darah Yesus. Ku-oleskan darah-Nya dengan hisop, yaitu melalui kesaksian pribadiku sendiri, dengan mendeklarasikan bahwa oleh darah-Nya aku telah ditebus serta menerima pengampunan dosa. Oleh darah Yesus semua dosaku sudah diampuni. Amin.

Unduh Gratis
Renungan ini tersedia untuk diunduh, dicetak, dan dibagikan untuk penggunaan pribadi atau gereja.
Kode: WD-B097-017-IND









