Berjuang untuk Mendapatkan Apa yang Dijanjikan

Derek Prince
Published: 2008
Last Updated: Juli 2026
Read Time: 2
Apa yang Anda akui dengan mulut Anda sangat penting dalam perjuangan untuk kesembuhan dan terobosan keuangan Anda. Berpegang teguh pada janji-janji Allah tanpa goyah adalah kunci yang melepaskan kelimpahan-Nya bagi Anda.
Setiap kali saya mengadakan kebaktian kesembuhan, biasanya saya menyuruh hadirin untuk mengucapkan pengakuan iman di atas, karena dengan mengucapkan hal itu mereka akan memenuhi persyaratan untuk disembuhkan. Baiklah saya jelaskan hal ini.
Katakanlah saudara mempunyai masalah dengan ginjalmu. Maka saudara harus membuat pengakuan: “Yesus sendiri [jangan lupa, semua penekanannya adalah pada Dia] telah mencabut semua kelemahanku dan menanggung penyakitku. Oleh bilur-bilur-Nya aku telah disembuhkan.” Nah, bagaimana jika sesudah itu masih saja ada masalah dengan ginjal saudara? Apakah yang akan saudara lakukan? Berpeganglah terus pada pengakuanmu itu. Apakah masih ada masalah dengan ginjal saudara? Berpegang teguhlah pada pengakuan saudara tanpa ragu-ragu.
Jelas ini seperti suatu pertarungan. Percayalah kepada saya, saudara, saya mengalami sendiri bahwa ada pertarungan yang cukup berat untuk bertekun terus sampai kesembuhan itu dialami.
Penulis surat Ibrani itu berpesan kepada umat Kristen keturunan Yahudi itu:
“Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah” (Ibrani 12:4).
Kita memang sudah terbiasa untuk bergumul terus melawan dosa, tetapi terkadang kita lupa bahwa kita masih harus bergumul juga dengan penyakit. Kita harus tetap gigih. Kita ini prajurit. Kita takkan tidur saja dan membiarkan Iblis merajalela atas kita, karena dengan menyerah kalah, kita tidak memberikan kemuliaan kepada Tuhan.
Adapun mengenai berpegang teguh pada kesaksian kita tanpa ragu-ragu itu, janganlah kita hanya terfokus kepada kesembuhan dari penyakit itu, meskipun hal itu memang suatu kebutuhan yang dialami oleh hampir semua orang. Bagaimana mengenai kebutuhan finansial? Bagi saya berpegang teguh pada kesaksian kita bukan sekadar suatu ritual saja, tetapi itu adalah sebagai suatu cara untuk mengucurkan semua harta kekayaan yang disediakan Tuhan dalam perbendaharaan-Nya untuk pelayananku.
Tuhan pernah berkata kepadaku, bahwa Ia telah menyediakan segala sesuatu untuk apa saja yang Ia suruh kita lakukan. Tetapi untuk memperoleh seluruh perkara yang disediakan itu, kita memang harus beriman dan membuat pengakuan. Dan pengakuan itu kujadikan sesuatu yang bersifat pribadi. Pengakuan berikut diambil dari 2 Korintus 9:8:
“Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada [kami], supaya [kami] senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.”
Segala kemuliaan bagi Tuhan!
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau setia – Engkau memberi harapan kepadaku. Ku-deklarasikan, aku akan berjuang untuk kesembuhan dan segala keperluanku, dengan percaya dan mengucapkan imanku. Aku akan berpegang teguh pada harapanku. Amin.

Unduh Gratis
Renungan ini tersedia untuk diunduh, dicetak, dan dibagikan untuk penggunaan pribadi atau gereja.
Kode: WD-B097-327-IND









